Massimo Ambrosini dikenal sebagai pemain pekerja keras, yang menghabiskan waktu yang lama untuk memasuki tim inti Milan.Ia dikenal lewat kemampuan udara dan tekel yang bagus. Ia juga menjabat sebagai wakil kapten tim.
Ambrosini memulai karirnya di klub Serie B, Cesena, dan kemudian pindah ke Milan yang memenangkan persaingan kontraknya setahun kemudian. Walau menghadapi persaingan yang keras untuk menembus tim All Star Milan, Ambrosini memperlihatkan aksi yang bagus yang turut membantu Milan Mendapatkan Juara Serie A. Ambrosini kemudiankan dipinjamkan ke Vicenza, dimana dia menjadi pemain kunci yang dengan sukses membawa tim tersebut naik ke Serie A. Setelah kembali ke San Siro, Ambrosini akhirnya dimainkan sejak menit pertama ketika Milan Memenangkan lagi Serie A tahun 1999. Cedera sempat membuatnya kesulitan, tetapi setelah sembuh dia dapat membantu Milan memenangkan Coppa Italia dan Piala Champion
Di tahun 2004–05, Ia harus berusaha keras untuk menjadi pemain inti, dan hanya membuat 22 penampilan di Serie A dengan satu gol. Tetapi gol itu adalah gol penting yang membantu Milan Mencapai final Liga Champion. Ketika Milan sedang tertinggal 2-0 melawan PSV dan hampir terjadi babak extra time, Ambrosini mencetak gol lewat sundulan yang membuat Milan unggul agregat 3-2.
Ambrosini menjadi kapten Milan ketika Paolo Maldini absen karena cedera di tahun 2007/08. Ia mencetak 4 gol, gol terbanyak dalam semusim selama karirnya.
Kerja keras Ambrosini, kekuatan duel udara, dan dedikasi yang tinggi untuk tim membuatnya menjadi figur yang dicintai ultras, yang sering menyanyikan namanya di pertandingan kandang Milan.
Sumber: Wikipedia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar